Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ruang

Ruang Keselamatan

"Termaafkan untuk memaafkan" Awal yang indah bukan dari kata menyerah awal yang baik bukan dari sebuah kritik Kesalahan memang perlu di benarkan, perubahan memang harus di lakukan, buat kesempatanmu jangan hanya diam menunggu. terimalah dirimu dengan segenap hati dan mulailah untuk lebih percaya diri, walau sakit hati kian menanti tapi yakinlah bisa kau hadapi. saat sebuah harapan terpecahkan kenyataan, saat kesempatan terlewatkan keadaan. lebih jujurlah pada isi hati lebih terimalah apa yang terjadi hanya dirimu yang menyelamatkanmu dari setiap hal yang menghantuimu sebuah pertolongan, dalam RUANG KESELAMATAN.

Ruang Kekosongan

"Ketika benih mulai tumbuh, jaga selalu karena dia begitu rapuh" saat beranjak menuju dewasa, banyak rasa yang mulai menerpa. ada mimpi yang sulit terlampaui ada kesempatan yang juga terlewatkan terlalu asik menghibur diri dari luka yang abadi lebih menolak logika walau kenyataan di depan mata selalu berusaha lupa, sampai hati sendiri tersiksa mencari sebuah makna apakah hidupnya sungguh tak berguna ingin hidup bahagia tapi tak pernah belajar untuk menerima mencari pelampiasan berharap simpatisan menangis sendirian dalam RUANG KEKOSONGAN.

Ruang percakapan

Hay lama kita tak menyapa, bagaimana kabarmu saat ini? Ku harap kau baik-baik saja, sehat selalu... maafkan aku, aku jarang meluangkan waktu untuk memperhatikanmu... aku sibuk dengan keinginanku, dengan impian-impianku, dengan duniaku, yang terkadang kosong, hampa, dan juga jauh dari nyata kau tidak membenciku kan? padahal kau selalu bersamaku kau selalu membantuku dengan semua tujuanku... aku memang tak tahu malu kau turut merasakan lelahku setiap kecewa juga lukaku beban di kedua pundak ku dan mimpi di kepalaku ada pesan yang ingin aku sampaikan "Aku ingin berdamai denganmu, tetaplah kuat menghadapi sifat buruk ku; menjalani beratnya hidup, menikmati bahagia yang mudah redup, tetaplah bersamaku" terima kasih diriku...

Ruang sendiri

Sementara waktu terus bergulir, sebuah bongkahan es mencair kemudian menjadikanya air larut di permukaan laut samar mengalir. kebosanan kian enggan perihal nyaman bukan jaminan kebebasan seharusnya jadi landasan setiap kritikan dalam sebuah perjalanan. kau, aku dan mereka sama sering tertawa tapi tak lupa akan luka, sering berduka tidak jauh dari rasa kecewa, memilih berusaha untuk terus mencapai bahagia. dalam angan terbentuk sebuah lamunan, dalam impian yang berharap jadi kenyataan, di benahi dengan hati di selesaikan diri sendiri logika yang tak terlampaui di dalam RUANG SENDIRI...